🔴 LIVE: 6 Anggota Polres Tarakan Masih Dirawat di RS Buntut Serangan 20 TNI, Sempat Sepakat Damai

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Sebanyak enam anggota Polres Tarakan masih menjalani perawatan di RSUD dr Jusuf SK pascapenyerangan yang dilakukan puluhan oknum TNI.

Kapolda Kaltara Irjen Pol hary Sudwijanto pada Selasa (25/2/2025) mengatakan para korban bertugas di SPKT (Sentrea Pelayanan Kepolisan Terpadu) Mako Polres Tarakan pada malam kejadian.

Kapolda memantau langsung penanganan medis yang diberikan kepada anggota yang dirawat.

Serta berkoordinasi dengan pihak rumah sakit agar korban mendapatkan perawatan yang optimal.

Tetapi Hary tidak merinci luka yang dialami personelnya.

Mengutip TribunKaltara.com, Polda Kaltara dan Pangdam VI Mulawarman, Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha masih menyelidiki kasus tersebut.

Motif penyerangan yang dilakukan 20 oknum TNI terhadap Mako Polres Tarakan pada Senin malam pun masih didalami.

Oknum-oknum yang terlibat sudah dipanggil dan diperiksa.

Sementara Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha menegaskan siap memberikan sanksi tegas terhadap oknum anggota TNI yang terlibat dalam insiden penyerangan itu.

Namun ia masih menunggu hasil penyelidikan, lalu melakukan disklasifikasi.

Ia menegaskan peristiwa yang terjadi tidak akan merusak solidaritas dan soliditas yang sudah dibangun bersama kepolisian.

Pihaknya siap menganti kerusakan fasilitas yang ada di Mako Polres Tarakan.

Mengutip Kompas.com, ketegangan bermula pada Sabtu (22/2/2025) malam di Pot Cafe, ketika Pratu Riski Sanjaya, anggota Yonif 614/Rjp, terlibat cekcok dengan Bripda Pay dari Polres Tarakan.

Insiden tersebut memanas hingga berujung pada adu fisik, yang kemudian melibatkan beberapa anggota polisi lainnya. Pratu Riski diduga dikeroyok hingga tersungkur sebelum akhirnya dibawa pulang oleh rekannya, Nardi.

Upaya penyelesaian sempat dilakukan.

Pada Minggu (23/2/2025) dini hari, Sertu Yeskel bertemu dengan Bripda Algi, anggota Resmob Polres Tarakan, untuk mencari solusi atas kejadian tersebut.

Kedua belah pihak sepakat atas kompensasi sebesar Rp 10 juta sebagai bentuk penyelesaian.

Namun, situasi kembali memanas setelah percakapan telepon pada Senin malam yang memicu emosi anggota Yonif 614/Rjp.

Sekitar pukul 23.15 Wita, sebanyak 37 anggota TNI dari Yonif 614/Rjp dan Brigif 24/BC mendatangi Polres Tarakan.

Sebagian tiba menggunakan dump truk berwarna hijau, sementara lainnya mengendarai sepeda motor pribadi.

Sesampainya di lokasi, mereka langsung melakukan pengeroyokan terhadap petugas yang berjaga.

Mereka juga merusak berbagai fasilitas kantor, termasuk meja, kursi, kaca ruang Kapolres, serta jendela ruang ETLE.
Rekaman video CCTV yanga da di dalam Polres Tarakan dan video amatir dari warganet dijadikan bahan penyelidikan kasus ini.

Dalam penyerangan ini, ada beberapa orang membawa senjata apo.

Oknum TNI diduga menggunakan senjata tajam seperti sangkur dan kerambit, serta senjata api laras pendek jenis airsoft gun.(*)

Artikel ini telah tayang di TribunKaltara.com dengan judul Pangdam Tegaskan Oknum TNI Penyerangan Polres Tarakan Akan Disanksi, Penyelidikan Dilakukan Pomdam, https://kaltara.tribunnews.com/2025/02/25/pangdam-tegaskan-oknum-tni-penyerangan-polres-tarakan-akan-disanksi-penyelidikan-dilakukan-pomdam

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penyerangan Polres Tarakan Diduga Bermula dari Cekcok di Kafe, 5 Polisi Terluka",
https://regional.kompas.com/read/2025/02/25/155000478/penyerangan-polres-tarakan-diduga-bermula-dari-cekcok-di-kafe-5-polisi

Program: Viral News
Host: Sara Dita
Editor Video: Rahmat Gilang Maulana

#SeranganPolresTarakan #PolresTarakan #Penyerangan #Tarakan #TNIPolri Receive SMS online on sms24.me

TubeReader video aggregator is a website that collects and organizes online videos from the YouTube source. Video aggregation is done for different purposes, and TubeReader take different approaches to achieve their purpose.

Our try to collect videos of high quality or interest for visitors to view; the collection may be made by editors or may be based on community votes.

Another method is to base the collection on those videos most viewed, either at the aggregator site or at various popular video hosting sites.

TubeReader site exists to allow users to collect their own sets of videos, for personal use as well as for browsing and viewing by others; TubeReader can develop online communities around video sharing.

Our site allow users to create a personalized video playlist, for personal use as well as for browsing and viewing by others.

@YouTubeReaderBot allows you to subscribe to Youtube channels.

By using @YouTubeReaderBot Bot you agree with YouTube Terms of Service.

Use the @YouTubeReaderBot telegram bot to be the first to be notified when new videos are released on your favorite channels.

Look for new videos or channels and share them with your friends.

You can start using our bot from this video, subscribe now to 🔴 LIVE: 6 Anggota Polres Tarakan Masih Dirawat di RS Buntut Serangan 20 TNI, Sempat Sepakat Damai

What is YouTube?

YouTube is a free video sharing website that makes it easy to watch online videos. You can even create and upload your own videos to share with others. Originally created in 2005, YouTube is now one of the most popular sites on the Web, with visitors watching around 6 billion hours of video every month.