Penyangkalan sistematis kasus perkosaan massal 1998 - BBC News Indonesia

Para aktivis menemukan ada upaya penyangkalan yang sistematis melalui tangan-tangan yang terafiliasi dengan negara terhadap kasus pemerkosaan massal pada 1998.

Sri Palupi, yang pernah menjadi anggota Tim Asistensi untuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Kerusuhan Mei 1998, menuding salah satu orang "paling gencar" menyangkal adalah Fadli Zon.
Sri lalu mengatakan, penyangkalan juga datang dari dalam TGPF.

Namun, tujuan itu tidak berhasil pada saat itu. TGPF tetap mengumumkan pada publik bahwa ada 85 perempuan—sebagian besar etnis Tionghoa—yang menjadi korban pemerkosaan massal. Jumlah sebenarnya diprediksi lebih besar dan tersebar juga di luar Jakarta.

Dari hasil yang diumumkan pada 3 November 1998, dua anggota TGPF melayangkan catatan keberatan yang meminta penghilangan bagian soal kekerasan seksual, karena disebut 'tidak dapat dibuktikan secara hukum'. Dua anggota itu adalah perwakilan dari tentara dan kepolisian.

Hampir tiga dekade berselang, penyangkalan itu kembali dilakukan. Ini tercermin dari pernyataan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon dalam wawancara 'Real Talk' IDN Times pada tahun lalu. Fadli mempersoalkan istilah "pemerkosaan massal".

Palupi juga mengaku tidak heran dengan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta yang menolak gugatan terhadap Fadli soal penyangkalannya. Menurutnya, negara pernah berulang kali menjajal pola penyangkalan serupa lewat jajaran pejabatnya.

Ketika dikonfirmasi ulang oleh BBC News Indonesia, Fadli kembali mempermasalahkan istilah tersebut. Menurutnya, hal ini tidak ada dalam bukti hukum pada waktu itu.

============
Berlangganan channel ini di sini: https://bit.ly/2Mkg9hY

Ini adalah channel resmi BBC Indonesia, di mana kami menyajikan berita internasional dan berita nasional yang akurat dan tidak berpihak.

Video tentang berita terkini disajikan dalam berbagai format, mulai dari video dokumenter, video eksplainer, dan wawancara tokoh.

Terima kasih telah mengunjungi kami. Ikuti juga akun media sosial kami lainnya:
▪️ Instagram: https://www.instagram.com/bbcindonesia/
▪️ Twitter: https://twitter.com/BBCIndonesia
▪️ Facebook: https://www.facebook.com/BBCNewsIndonesia/

#bbcindonesia Receive SMS online on sms24.me

TubeReader video aggregator is a website that collects and organizes online videos from the YouTube source. Video aggregation is done for different purposes, and TubeReader take different approaches to achieve their purpose.

Our try to collect videos of high quality or interest for visitors to view; the collection may be made by editors or may be based on community votes.

Another method is to base the collection on those videos most viewed, either at the aggregator site or at various popular video hosting sites.

TubeReader site exists to allow users to collect their own sets of videos, for personal use as well as for browsing and viewing by others; TubeReader can develop online communities around video sharing.

Our site allow users to create a personalized video playlist, for personal use as well as for browsing and viewing by others.

@YouTubeReaderBot allows you to subscribe to Youtube channels.

By using @YouTubeReaderBot Bot you agree with YouTube Terms of Service.

Use the @YouTubeReaderBot telegram bot to be the first to be notified when new videos are released on your favorite channels.

Look for new videos or channels and share them with your friends.

You can start using our bot from this video, subscribe now to Penyangkalan sistematis kasus perkosaan massal 1998 - BBC News Indonesia

What is YouTube?

YouTube is a free video sharing website that makes it easy to watch online videos. You can even create and upload your own videos to share with others. Originally created in 2005, YouTube is now one of the most popular sites on the Web, with visitors watching around 6 billion hours of video every month.